Riset ilmiah

Yagasu berkontribusi kepada penelitian dunia tentang usaha mitigasi perubahan iklim dan mencoba membuktikan pentingnya hutan mangrove. Untuk menganalisa apakah proyek-proyek pesisir yang dilaksanakan telah memberi manfaat bagi iklim, keanekaragaman dan masyarakat, Yagasu menggunakan metode Climate Community and Biodiversity (CCB).

 


 

Kegiatan penelitian terdiri dari bebrapa tahap. Yagasu menyelidiki informasi seperti kapasitas sekuestrasi karbon dari hutan mangrove yang direstorasi pada umur dan sub-ekositem yang berbeda. Yagasu juga menganalisa dampak dari intervensi proyek di pesisir bagi masyarakat.sebagai contoh, mengukur seberapa banyak produksi kepiting, ikan dan udang yang dihasilkan oleh hutan mangrove sepanjang tahun, dibandingkan dengan pendapatan rata-rata sebelum dan sesudah proyek diimplementasikan. Dalam hal keanekaragaman hayati Yagasu melaporkan jumlah dari spesies mangrove, mamalia, burung, amphibi, reptile, ikan, krustace, dan moluska.

 


 

Disamping penelitian ini, Yagasu juga memiliki lokasi Carbon Biodiversity and Research Unit (CBRU) di Tanjung Rejo, Kabupaten Deli Serdang. Pada lokasi ini Yagasu membuatn 21 plot contoh permanen untuk memonitor pertumbuhan pohon dan keanekaragaman flora dan fauna hutan mangrove. Di CBRU Yagasu dapat mengundang siswa untuk belajar tentang ekosistem mangrove dan mengajak mereka sadar akan keanekaragaman.

 
 

Share