Penanaman mangrove

Kebanyakan hilangnya mangrove disebabkan oleh tindakan buatan: konversi lahan untuk tambak intensive (tambak ikan dan udang), penebangan liar untuk kayu dan arang, pembangunan pesisir untuk pemukiman dan aktivitas wisata.

 

 

Sebuah analisis GIS (Geographic information system) yang dilakukan dari tahun 1989 – 2009 di Sumatera Utara menunjukkan bahwa tahun 2009 mangrove yang bertahan tanpa ada gangguan hanya 26,458 ha ketika kehilangan ekosistem disebabkan perubahan penggunaan lahan mencapai 69,304 ha.

 

 

Merespon kondisi ini, Yagasu dengan dukungan dari pemerintah Indonesia, NGO dan perusahaan multi nasional telah berpartisipasi dalam Pembangunan Koridor Karbon Pesisir (Coastal Carbon Corridor) di pesisir timur Sumatera sejak 2007. Koridor tersebut terbentang sepanjang 720 km dari Aceh Besar, Provinsi Aceh hingga ke Pantai Labu, Provinsi Sumatera Utara. Proyek ini melibatkan 176 kelompok masyarakat dari 13 kecamatan di kedua provinsi tersebut.

 

 

Dari 2005-2018 Yagasu telah menanam sekitar 20 juta pohon mangrove pada lahan yang terdegradasi dengan luasan lebih dari 6.000 ha dengan tingkat rata-rata kehidupan 75%. Para donor yang mendukung kegiatan rehabilitasi mangrove antara lain:

UNESCO, Wetlands International, Conservation International, KEHATI Foundation, Planete Urgence-France, Atlas Logistique-France, HELP-Germany, Keidanren-Japan, Islamic Relief, Muslim Aid, Rahmat Foundation, Waspada-local media, Newmont Company and Ministry of Environment Republic Indonesia… 

Dimulai pada Juli 2011, Yagasu telah melakukan program kredit karbon pada hutan mangrove yang direstorasi yang didanai oleh Livelihoods Fund, sebuah lembaga konsorsium perusahaan multinasional di Eropa. Melalui proyek ini Yagasu merestorasi mangrove 5,146 ha pada lahan terdegradasi.

Sejak 2012 Yagasu telah melakukan berbagai kerjasama untuk melakukan reforestasi dan perlindungan sebagai contoh dibawah perjanjian Cooperative Agreement dengan USAID Indonesia Program (2012 – 2015), and wdengan NGO Prancis LIFE (2016-sampai saat ini).

 

 

Selain restorasi mangrove, Yagasu juga bekerja dalam perlindungan mangrove. Yagasu menggerakkan masyarakat lokal untuk melindungi hutan mangrove yang dibagi menjadi 7 zona (tergantung dari tingkatan perlindungannya, area mangrove yang dilindungi-zona penyangga-area ekploitasi). Yagasu menyediakan sebuah kebijakan dan panduan teknis untuk melakukan operasi Mangrove Patroling Unit (MPU) untuk mencegah, mendeteksi, dan mengatur aktivitas liar yang dilakukan di ekosistem mangrove (seperti penebangan liar dan penagkapan ikan illegal).

 

Share